Di Kota Yogyakarta, suasana penuh keceriaan tampak menyelimuti lingkungan RA Alkhairaat Tegalrejo pada Jumat pagi, 8 Mei 2026. Sejak pukul 08.30 WIB, seluruh siswa berkumpul di taman belakang sekolah untuk mengikuti kegiatan mengenal permainan tradisional yang dilaksanakan dengan penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam mengenalkan budaya permainan tradisional kepada anak-anak usia dini agar tetap dikenal dan dicintai di tengah perkembangan teknologi dan permainan modern saat ini.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak memainkan berbagai jenis permainan tradisional yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Beberapa permainan yang dimainkan antara lain ular naga, cublak-cublak suweng, dakon, serta lempar sandal. Seluruh permainan dibagi ke dalam beberapa pos sehingga anak-anak dapat bermain secara bergantian bersama teman-temannya. Suasana taman belakang sekolah pun berubah menjadi ramai dengan gelak tawa, semangat, dan keceriaan para siswa yang menikmati setiap permainan.
Sejak kegiatan dimulai, para siswa terlihat sangat antusias mengikuti arahan dari bapak dan ibu guru. Dengan penuh kesabaran, para guru mendampingi anak-anak selama permainan berlangsung. Tidak hanya mengawasi, guru juga memberikan contoh cara bermain, mengajak anak-anak bekerja sama, serta menanamkan sikap sportif selama mengikuti kegiatan. Pendampingan tersebut membuat anak-anak semakin percaya diri dan berani mencoba setiap permainan yang ada di pos-pos kegiatan.
Permainan ular naga menjadi salah satu permainan yang paling menarik perhatian anak-anak. Mereka tampak senang saat berbaris dan bernyanyi bersama sambil melewati gerbang yang dibuat oleh teman-temannya. Selain melatih kekompakan, permainan ini juga membantu anak belajar mengikuti aturan dan meningkatkan kemampuan sosial. Sementara itu, permainan cublak-cublak suweng menghadirkan suasana penuh tawa ketika anak-anak mencoba menebak posisi batu kecil yang disembunyikan oleh temannya.
Pada pos permainan dakon, anak-anak belajar berhitung sederhana sambil memindahkan biji-bijian ke dalam lubang dakon. Kegiatan ini secara tidak langsung melatih konsentrasi, ketelitian, dan kemampuan motorik halus anak. Adapun permainan lempar sandal mengajak anak-anak bergerak aktif dan melatih koordinasi tubuh mereka. Seluruh permainan dirancang agar anak dapat belajar sambil bermain dengan suasana yang menyenangkan dan tidak membosankan.
Kegiatan mengenal permainan tradisional ini tidak hanya memberikan hiburan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter dan budaya sejak dini. Di tengah maraknya penggunaan gawai pada anak usia dini, kegiatan seperti ini menjadi pengalaman berharga agar anak-anak tetap mengenal permainan tradisional yang sarat nilai kebersamaan, kerja sama, dan sportivitas. Anak-anak juga belajar untuk saling menghargai teman, menunggu giliran, serta membangun rasa percaya diri ketika bermain bersama.
Melalui kegiatan ini, RA Alkhairaat Tegalrejo Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan pendidikan yang seimbang antara 3A, yaitu Akademik, Akhlak, dan Alquran. Tidak hanya berfokus pada kemampuan belajar di kelas, sekolah juga menanamkan nilai akhlak mulia, kebersamaan, kedisiplinan, serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Permainan tradisional menjadi salah satu media pembelajaran yang mampu mendukung perkembangan sosial, emosional, dan motorik anak secara optimal sesuai dengan nilai pendidikan Islami yang diterapkan di sekolah.
Kegiatan berjalan dengan lancar hingga selesai. Seluruh siswa tampak bahagia dan menikmati setiap rangkaian permainan yang telah disiapkan oleh guru. Para guru berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin agar anak-anak semakin mengenal budaya Indonesia sekaligus memiliki pengalaman belajar yang menyenangkan bersama teman-teman mereka.
Sebagai kesimpulan, kegiatan mengenal permainan tradisional di RA Alkhairaat Tegalrejo Kota Yogyakarta menjadi momen edukatif yang tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak usia dini. Melalui permainan tradisional, anak-anak belajar bekerja sama, bersosialisasi, melatih motorik, serta mengenal budaya bangsa dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen sekolah dalam membangun generasi Islami yang cerdas, berakhlak baik, dan mencintai budaya Indonesia sejak dini.