Sensory Play Finger Painting di TPA Batita Al-Khairaat, Kenali Kendaraan dan Stimulasi Sensorik Anak 3 Tahun

Kamis, 29 Januari 2026, suasana pagi di TPA Batita Al-Khairaat terasa hangat dan ceria. Tepat pukul 09.00, anak-anak usia 3 tahun duduk rapi di kelas. Kegiatan diawali dengan berdoa dan bernyanyi bersama, membiasakan anak memulai setiap aktivitas dengan mengingat Allah serta menanamkan kecintaan pada nilai-nilai islami sejak usia dini. Suara mungil yang melafalkan doa dan lagu pembuka menciptakan suasana kelas yang tenang, nyaman, dan penuh semangat untuk belajar.

Sebelum kegiatan mewarnai dimulai, guru terlebih dahulu memperlihatkan gambar yang akan diwarnai, yaitu gambar kendaraan. Anak-anak diajak mengamati bentuknya sambil dikenalkan nama-nama kendaraan sederhana. Dengan cara ini, anak tidak hanya mewarnai, tetapi juga mengenal bentuk dan jenis kendaran.

Setelah itu, anak-anak memulai kegiatan belajar sambil bermain. Hari itu mereka mengikuti aktivitas mewarnai gambar menggunakan cat jari atau finger painting. Dengan penuh antusias, jari-jari kecil mereka dicelupkan ke dalam cat warna-warni, lalu dioleskan pada kertas gambar. Ekspresi wajah mereka menunjukkan rasa penasaran dan kegembiraan saat melihat warna yang ada ditanganya dan membentuk gambar sesuai imajinasi masing-masing.

Kegiatan finger painting ini tidak sekadar bermain warna, tetapi merupakan bagian dari sensory play, yaitu stimulasi sensorik melalui eksplorasi tekstur dan warna. Anak-anak merasakan langsung sensasi lembut dan basah dari cat di ujung jari mereka, sekaligus mengenal jenis warna. Pengalaman ini membantu mengembangkan kepekaan indera, kreativitas, serta kemampuan fokus anak sesuai tahap perkembangannya. Guru mendampingi dengan sabar, memberi arahan sederhana, sekaligus mengenalkan nama-nama warna dan cara menggunakan cat dengan tertib. Dari kegiatan ini, anak belajar berani mencoba, percaya diri, dan bangga pada hasil karyanya sendiri.

Setelah selesai mewarnai, anak-anak diajak berbaris menuju tempat cuci tangan. Dengan bimbingan guru, mereka belajar mencuci tangan dengan benar: menggunakan sabun, menggosok telapak dan punggung tangan, lalu membilas hingga bersih. Pembiasaan ini menanamkan sikap mandiri serta rasa tanggung jawab terhadap kebersihan diri. Anak-anak juga diingatkan bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari perilaku baik yang diajarkan dalam agama.

Baca Juga : Stimulasi Motorik Hingga Pengenalan Kendaraan Konstruksi di KB Al-Khairaat, Bekali Anak Lebih Aktif dan Kreatif

Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan dalam suasana hangat dan penuh kasih sayang. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam bersikap lembut, sabar, dan penuh perhatian. Anak-anak pun merasa aman, nyaman, dan berani mengekspresikan diri selama proses belajar berlangsung.

Melalui pembelajaran ini, TPA Batita Al-Khairaat menerapkan program unggulan 3A: Al-Qur’an, Akhlaq, dan Akademik. Anak-anak diawali dengan doa sebagai penguatan spiritual, dibimbing bersikap baik sebagai dasar akhlaq, serta distimulasi kemampuan kreativitas dan kognitif melalui aktivitas seni dan pembiasaan hidup bersih.

Di usia dini yang penuh rasa ingin tahu, setiap kegiatan menjadi pengalaman berharga. Dengan pembelajaran yang menyenangkan, terarah, dan bernilai islami, anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan berakhlak baik sejak dini.

Picture of Admin Sekolah

Admin Sekolah

Sekolah Al Khairaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *