YOGYAKARTA – Suasana khidmat menyelimuti Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY pada Sabtu pagi yang cerah. Lantunan ayat suci Al-Qur’an berkumandang merdu dari bibir generasi penerus bangsa dalam gelaran Lomba Tahfidz Quran tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara ini merupakan puncak dari rangkaian seleksi ketat yang sebelumnya telah diawali melalui ajang Aksera tingkat Kota Yogyakarta pada Sabtu, 31 Januari 2026 lalu. Kompetisi ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan, melainkan sebuah manifestasi nyata dalam mencetak generasi religius di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Dalam perhelatan bergengsi tersebut, nama ananda Fauzan Ziyadulloh Allamah tampil memukau sebagai delegasi unggulan dari RA Alkhairaat Tegalrejo. Setelah sebelumnya berhasil mengukuhkan posisi sebagai Juara 1 Tahfidz Putra di tingkat kota, Fauzan kembali menunjukkan dedikasinya di tingkat provinsi yang berlangsung pada Sabtu, 14 Februari 2026. Dimulai sejak pukul 07.00 hingga 13.00 WIB, persaingan berlangsung sangat ketat mengingat peserta yang maju ke tahap ini adalah para juara terbaik yang terdiri dari 10 putra dan 10 putri perwakilan dari berbagai kabupaten dan kota di seluruh wilayah DIY.
Keberhasilan Fauzan Ziyadulloh Allamah dalam meraih Juara 2 Tahfidz Putra tingkat Provinsi DIY menjadi bukti nyata dari pola pendidikan yang komprehensif. Pencapaian ini selaras dengan visi pendidikan yang mengedepankan 3A: Akademik, Akhlak, dan Alquran. Melalui integrasi ketiga aspek tersebut, ananda tidak hanya unggul secara kognitif dalam menghafal (Akademik), namun juga menunjukkan karakter yang rendah hati (Akhlak) serta kecintaan yang mendalam terhadap kitab suci (Alquran). Pola pendidikan 3A inilah yang menjadi fondasi utama bagi RA Alkhairaat Tegalrejo dalam membentuk santri yang cerdas secara intelektual dan kuat secara spiritual.
Penyelenggaraan lomba ini pada hakikatnya bertujuan sebagai wadah syiar Islam sejak usia dini sekaligus sarana untuk memupuk kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an. Dengan adanya kompetisi yang sehat ini, para santri menjadi lebih termotivasi untuk senantiasa menjaga kualitas hafalan mereka melalui metode murojaah yang disiplin. Secara psikologis, tampil di panggung tingkat provinsi sangat bermanfaat untuk melatih mentalitas, rasa percaya diri, dan keberanian anak. Hal ini merupakan modal krusial bagi pembentukan karakter pemimpin masa depan yang berpegang teguh pada nilai-nilai agama di tengah derasnya arus zaman.
Bagi institusi pendidikan seperti RA Alkhairaat, ajang ini juga berfungsi sebagai parameter keberhasilan kurikulum keagamaan yang telah diterapkan. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarlembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag. Melalui proses seleksi yang berjenjang, diharapkan lahir bibit-bibit unggul yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas, menunjukkan bahwa pendidikan agama yang kuat mampu melahirkan prestasi yang membanggakan di tingkat yang lebih luas.
Kesimpulan Prestasi yang diraih oleh ananda Fauzan Ziyadulloh Allamah sebagai Juara 2 Tahfidz Putra tingkat Provinsi DIY merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan sinergi antara sekolah dan orang tua. Kegiatan ini membuktikan bahwa pembinaan karakter berbasis Al-Qur’an sejak usia dini sangat efektif dalam membangun kepercayaan diri anak. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh santri di Yogyakarta untuk terus semangat dalam menghafal Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilainya, sekaligus mempertegas posisi RA Alkhairaat Tegalrejo sebagai lembaga pendidikan yang sukses memadukan aspek akademik dengan nilai-nilai luhur keislaman