Perwakilan siswa-siswi kelas V SDIT Al-Khairaat Yogyakarta berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Lomba Angklung Kreasi Seni Anak Yogyakarta Angklung Festival #6. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026, dan diikuti oleh berbagai sekolah tingkat SD dari wilayah DIY dan Jawa Tengah dalam kategori mahir.
Lomba ini diselenggarakan sebagai wadah apresiasi terhadap seni tradisional angklung sekaligus untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Nusantara. Dalam ajang tersebut, SDIT Al-Khairaat mengirimkan tim angklung yang terdiri dari siswa kelas V yang telah menjalani proses latihan secara intensif selama beberapa minggu sebelumnya.
Penampilan tim angklung SDIT Al-Khairaat berhasil memukau dewan juri dan penonton dengan komposisi musik yang kreatif, kekompakan pemain, serta penghayatan terhadap irama lagu yang dibawakan. Mereka menampilkan aransemen lagu daerah yang dikemas secara modern tanpa meninggalkan unsur tradisional angklung sebagai alat musik utama. Selain aspek musikalitas, penampilan juga didukung oleh koreografi sederhana yang membuat pertunjukan terlihat menarik dan dinamis.
Berkat penampilan tersebut, tim angklung SDIT Al-Khairaat berhasil meraih Juara 1 kategori Performance dan Juara 3 kategori Kostum pada tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah untuk kategori mahir SD. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa siswa sekolah dasar mampu berkompetisi secara profesional dalam bidang seni budaya apabila dibina dengan baik dan berkesinambungan.
Juara 1 kategori Performance dan Juara 3 kategori Kostum 
Kepala Sekolah SDIT Al-Khairaat menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian para siswa. Ia menuturkan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras siswa, dukungan guru pembimbing, serta peran orang tua yang selalu memberikan motivasi. Menurutnya, kegiatan lomba angklung bukan hanya tentang mengejar juara, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter seperti disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan rasa percaya diri.
Guru pembimbing angklung SDIT Al-Khairaat menjelaskan bahwa latihan rutin dilakukan setelah jam pelajaran sekolah dengan fokus pada teknik bermain angklung, kekompakan tim, serta penghayatan lagu. Anak-anak dilatih untuk saling mendengarkan satu sama lain agar tercipta harmoni yang indah. Selain itu, pemilihan kostum juga dirancang dengan mempertimbangkan kesesuaian tema budaya dan kenyamanan saat tampil di panggung.
Para siswa yang tergabung dalam tim angklung mengaku senang dan bangga bisa mewakili sekolah dalam ajang bergengsi tersebut. Mereka merasa pengalaman mengikuti lomba ini memberikan pelajaran berharga tentang keberanian tampil di depan umum dan pentingnya kerja sama tim. Keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi siswa lain untuk lebih aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni di sekolah.
Melalui kegiatan Angklung Festival #6, diharapkan seni tradisional angklung semakin dikenal dan dicintai oleh generasi muda. Prestasi yang diraih SDIT Al-Khairaat menjadi contoh bahwa pendidikan seni di sekolah dasar mampu melahirkan karya yang berkualitas sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa.
Kesimpulan:
Keikutsertaan siswa kelas V SDIT Al-Khairaat dalam Lomba Angklung Kreasi Seni Anak Yogyakarta Angklung Festival #6 pada 14 Februari 2026 membuahkan hasil yang membanggakan dengan diraihnya Juara 1 kategori Performance dan Juara 3 kategori Kostum tingkat DIY dan Jawa Tengah kategori mahir SD. Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan seni yang konsisten mampu mengembangkan bakat, karakter, dan rasa cinta budaya pada diri siswa sejak usia dini.