Yogyakarta – Yayasan Pendidikan Dakwah dan Sosial (YPDS) Al-Khairaat melalui Bina Pribadi Islam (BPI) menggelar pengajian bertema “Tsiqoh sebagai Ruh Ramadhan, Motor Penggerak Peradaban” pada Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al-Khairaat dan diikuti oleh para guru serta karyawan di lingkungan Yayasan Al-Khairaat.
Pengajian menghadirkan Coach Arif Nurhidayadi sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, Coach Arif menjelaskan bahwa tsiqoh—yang bermakna keteguhan, kekokohan, dan konsistensi dalam iman—merupakan ruh utama yang menghidupkan nilai-nilai Ramadhan. Menurutnya, Ramadhan tidak cukup dimaknai sebagai rutinitas ibadah tahunan, tetapi harus menjadi momentum membangun keteguhan diri yang berkelanjutan.
Coach Arif menekankan bahwa tsiqoh tidak hanya tercermin dalam ibadah ritual seperti shalat dan puasa, tetapi juga dalam sikap hidup sehari-hari. Keteguhan dalam menjalankan amanah, kesabaran menghadapi tantangan, serta konsistensi dalam nilai-nilai kebaikan merupakan wujud nyata dari tsiqoh yang mampu menjadi motor penggerak peradaban.
“Jika Ramadhan berhasil melahirkan pribadi-pribadi yang tsiqoh, maka akan lahir pula lingkungan pendidikan dan masyarakat yang kuat secara moral dan spiritual,” ungkapnya di hadapan peserta kajian.
Suasana pengajian berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias menyimak materi dan aktif mengajukan pertanyaan, khususnya terkait cara menjaga tsiqoh setelah Ramadhan serta penerapannya dalam dunia pendidikan dan pekerjaan. Menanggapi hal tersebut, Coach Arif mendorong para pendidik dan karyawan untuk menjadikan setiap aktivitas sebagai ladang ibadah serta menjaga komitmen nilai dalam peran masing-masing.
Melalui pengajian ini, YPDS Al-Khairaat berharap nilai-nilai tsiqoh dapat tertanam kuat dalam diri seluruh civitas yayasan. Dengan keteguhan iman dan karakter yang kokoh, para pendidik dan tenaga kependidikan diharapkan mampu menjadi teladan, sekaligus berkontribusi nyata dalam membangun peradaban yang lebih baik melalui dunia pendidikan dan dakwah.