Yogyakarta — Perjuangan penuh semangat dan ketangguhan ditunjukkan oleh Dania Rizqina Fajri dalam ajang 2nd ASEAN Water Rocket Competition yang digelar di Embung Giwangan pada Sabtu (25/4/2026). Di tengah berbagai kendala teknis, ia tetap mampu menunjukkan performa terbaik hingga berhasil meraih Silver Winner.
Sejak awal, Dania telah mempersiapkan diri dengan matang. Ia datang ke lokasi lomba dengan membawa dua roket yang dirancang khusus untuk dua kali peluncuran. Persiapan tersebut dilakukan dengan penuh ketelitian, mulai dari desain, keseimbangan, hingga perhitungan sudut peluncuran. Namun, rencana yang telah disusun rapi tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Setibanya di lokasi lomba, kendala tak terduga muncul. Salah satu roket yang telah dipersiapkan mengalami kerusakan dan tidak dapat digunakan. Situasi ini tentu menjadi tekanan tersendiri, mengingat kesempatan yang dimiliki menjadi lebih terbatas. Meski demikian, Dania tidak menyerah. Dengan tenang, ia memutuskan untuk tetap melanjutkan lomba menggunakan satu roket yang tersisa.
Peluncuran pertama pun dilakukan. Dengan penuh harap, roket meluncur ke udara. Namun, hasilnya belum sesuai harapan. Roket meleset sejauh 11 meter dari target dan saat mendarat, salah satu sayapnya mengalami kerusakan hingga patah. Kondisi tersebut membuat roket menjadi tidak sempurna dan berpotensi mengganggu peluncuran berikutnya.
Di titik inilah mental juara benar-benar diuji. Dengan kondisi roket yang sudah tidak utuh, Dania tetap memilih untuk melanjutkan ke peluncuran kedua. Ia menata kembali roketnya sebaik mungkin, meskipun sadar bahwa stabilitasnya tidak lagi optimal. Keputusan ini menunjukkan keberanian dan tekad yang kuat untuk tetap berjuang hingga akhir.
Peluncuran kedua menjadi momen penentuan. Roket kembali melesat ke udara dengan kondisi yang tidak stabil, terlihat sedikit oleng selama penerbangan. Namun, usaha tidak mengkhianati hasil. Roket berhasil mencapai poin 3,69—sebuah capaian yang cukup untuk membawa Dania meraih posisi Silver Winner dalam kompetisi tersebut.

Prestasi ini menjadi semakin istimewa mengingat persaingan yang sangat ketat, termasuk dari peserta internasional seperti perwakilan dari Thailand yang berhasil memborong dua medali emas. Meski berada di bawah peringkat tersebut, capaian Dania tetap menjadi kebanggaan tersendiri, terutama karena diraih dalam kondisi yang penuh tantangan.
Guru pendamping dari SMP IT Al Khairaat Yogyakarta turut memberikan apresiasi atas perjuangan yang ditunjukkan. Keberhasilan ini tidak hanya dinilai dari hasil akhir, tetapi juga dari proses dan sikap pantang menyerah yang ditunjukkan selama lomba berlangsung.
Baca juga : Seru dan Edukatif, SMP IT Al Khairaat Yogyakarta Tampil di Lomba Roket Air Skapenta
Kisah Dania menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak selalu datang dari kondisi yang sempurna, tetapi dari keberanian untuk terus mencoba meskipun dalam keterbatasan. Semangat juang, ketenangan dalam mengambil keputusan, serta kepercayaan diri menjadi kunci utama dalam meraih hasil terbaik.
Sebagai penutup, prestasi ini sejalan dengan penerapan nilai 3A di SMP IT Al Khairaat Yogyakarta, yaitu Al-Qur’an, Akhlak, dan Akademik. Nilai Al-Qur’an tercermin dari sikap sabar dan tawakal dalam menghadapi ujian, nilai Akhlak terlihat dari semangat pantang menyerah, keberanian, dan sportivitas, serta nilai Akademik diwujudkan melalui kemampuan sains dan keterampilan dalam merancang roket. Dengan sinergi nilai 3A tersebut, diharapkan siswa mampu menjadi generasi yang tangguh, berakhlak mulia, dan terus berprestasi di berbagai bidang.