Membuat Bedug Ramadhan: Kreativitas Anak KB IT Al-Khairaat Warungboto Semarak Edisi Ramadan

Kamis, 26 Februari 2026 Anak-anak Kelompok Bermain dari KB IT Al-Khairaat Yogyakarta mengikuti kegiatan membuat Bedug Ramadhan dari kaleng bekas, yang dilaksanakan di ruang kelas sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran tematik edisi Ramadan yang dirancang khusus untuk menghadirkan pengalaman belajar bermakna sekaligus menyenangkan bagi anak usia dini.

Sejak pagi hari, suasana kelas sudah tampak berbeda. Anak-anak datang dengan membawa satu kaleng bekas dari rumah masing-masing sesuai arahan guru sebelumnya. Kaleng tersebut akan dijadikan bahan utama pembuatan bedug mini. Dengan penuh semangat, mereka duduk rapi di kursi masing-masing sambil mendengarkan penjelasan guru mengenai makna Ramadan dan peran bedug dalam tradisi umat Islam di Indonesia.

Guru menjelaskan secara sederhana bahwa bedug biasanya ditabuh untuk menandai waktu berbuka puasa dan sahur. Penjelasan tersebut disampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami anak-anak. Dengan begitu, mereka tidak hanya melakukan kegiatan kerajinan tangan, tetapi juga memahami nilai dan simbol yang berkaitan dengan bulan suci.

Proses pembuatan dimulai dengan memastikan kaleng dalam kondisi aman dan tidak memiliki bagian tajam. Guru membantu merapikan sisi kaleng sebelum anak-anak mulai menghias. Berbagai bahan telah disiapkan, seperti kertas warna, stiker bertema Islami, gambar bulan sabit dan bintang, serta pita warna-warni. Anak-anak diberi kebebasan untuk berkreasi sesuai imajinasi masing-masing.

Hasilnya pun beragam dan penuh warna. Ada yang menghias dengan dominasi warna hijau dan emas, ada pula yang memilih warna cerah seperti merah dan kuning. Beberapa anak menambahkan tulisan “Ramadhan” dengan bantuan guru, sementara yang lain fokus mempercantik bagian samping kaleng dengan pola dan gambar. Kegiatan ini melatih motorik halus melalui aktivitas menggunting dan menempel, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri atas hasil karya sendiri.

Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga mengajarkan nilai kerja sama dan kemandirian. Anak-anak belajar menunggu giliran menggunakan alat, berbagi bahan dengan teman, serta mengikuti instruksi dengan tertib. Suasana kelas dipenuhi canda dan semangat, menciptakan pengalaman belajar yang hangat dan berkesan.

Baca Juga :  Anak-Anak KB IT Al-Khairaat Belajar Berpuasa Sejak Dini dan Mengisi Waktu Ramadan dengan Mengaji

Setelah proses menghias selesai, bagian atas kaleng ditutup menggunakan kertas tebal agar menyerupai permukaan bedug. Tali dipasang di kedua sisi sehingga bedug mini dapat digantung atau dijinjing. Deretan bedug yang telah selesai kemudian dipajang rapi di sudut kelas, menambah nuansa Ramadan yang terasa lebih hidup.

Kegiatan ditutup dengan sesi menabuh bedug secara bergantian sambil melafalkan takbir dan shalawat sederhana bersama guru. Wajah-wajah ceria dan rasa bangga terlihat jelas saat anak-anak memamerkan hasil karyanya.

Melalui kegiatan edisi Ramadan ini, KB IT Al-Khairaat Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang utuh dan bermakna. Dengan mengusung konsep 3A: Al-Qur’an, Akhlak, dan Akademik, sekolah ini tidak hanya menanamkan nilai spiritual melalui pengenalan simbol Ramadan, tetapi juga membangun karakter serta kemampuan akademik anak sejak usia dini. Inilah wujud pendidikan yang seimbang, di mana kreativitas, nilai keislaman, dan perkembangan kognitif tumbuh bersama dalam suasana yang menyenangkan.

Picture of Admin Sekolah

Admin Sekolah

Sekolah Al Khairaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *