Apakah Ayah/Bunda sering mendapati ananda terlalu sering bermain hp dan enggan bersosialisasi? Terlebih di zaman sekarang banyak anak-anak yang kurang mengenal budaya sendiri. Untuk itu RA Al Khairaat memanfaatkan momen hari Kamis Pon untuk mengadakan pembelajaran yang spesial.
Guru mengajarkan unggah ungguh, mengenalkan lagu hingga permainan tradisional. Pembelajaran ini penting untuk dilakukan supaya ananda dapat mengenal budaya lokal di tengah gempuran arus globalisasi.

Pada kesempatan ini, ananda bermain Basbasan, Dakon, Cublak-Cublak Suweng, Bentengan Sandal dan Jamuran. Permainan ini tidak hanya menyenangkan namun juga melatih motorik ananda.
Di sisi lain, guru mengajarkan unggah ungguh (tata krama) saat melewati orang yang lebih tua. Ananda dikenalkan unggah ungguh untuk membentuk karakter anak. Ananda tidak hanya dilatih motoriknya namun juga meningkatkan frekuensi anak dalam bersosialisasi karena masifnya permainan di handphone dapat menurunkan kemampuan anak dalam bersosialisasi.