Pandangan Guru PAUD IT Al Khairaat Makna Idul Adha Ajarkan tentang Cinta, Ketaatan, dan Pengorbanan kepada Allah

Idul Adha adalah hari raya atau hari besar kedua bagi umat Islam setelah Hari Raya Idul Fitri. Hari raya Idul Adha diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah yang jatuh pada Rabu 27 Mei 2026. Pada hari tersebut, umat Islam melaksanakan salat Idul Adha secara berjamaah di masjid maupun di lapangan terbuka sebagai bentuk rasa syukur dan ketaatan kepada Allah SWT.

Hari Raya Idul Adha juga menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah. Jutaan umat Islam dari berbagai negara berkumpul untuk menjalankan rangkaian ibadah haji yang merupakan rukun Islam kelima. Sementara bagi umat Islam yang belum mampu menunaikan ibadah haji, Allah SWT memberikan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada-Nya melalui ibadah qurban.

Ibadah qurban dilakukan dengan menyembelih hewan seperti sapi, kambing, atau domba, kemudian dagingnya dibagikan kepada masyarakat, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Dari sinilah Idul Adha mengajarkan arti kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama.

Hadis tentang Keutamaan Berqurban

Dalam Islam, ibadah qurban juga memiliki keutamaan yang besar sebagaimana hadis Rasulullah SAW:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنْ الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

“Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kukunya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.”
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang keikhlasan hati dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Makna Idul Adha Menurut Guru PAUD IT Al Khairaat

Perayaan Hari Raya Idul Adha tidak lepas dari kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Seperti yang disampaikan oleh salah salah satu guru PAUD IT Al Khairaat Mergangsan, Ibu Nurhidayanti, S.Pd.I, menyampaikan bahwa Idul Qurban memiliki makna mendalam tentang cinta, ketaatan, kesabaran, dan pengorbanan kepada Allah SWT.

Menurut beliau, kisah Nabi Ibrahim AS, Bunda Hajar, dan Nabi Ismail AS mengajarkan bahwa rasa cinta kepada Allah mampu melahirkan ketaatan dan pengorbanan yang dilakukan dengan penuh kesabaran.

“Idul Qurban adalah tentang cinta, ketaatan, kesabaran, dan pengorbanan. Nabi Ibrahim, Bunda Hajar, dan Ismail kecil mengajarkan kepada kita bahwa kecintaan kepada Allah melahirkan ketaatan dan pengorbanan yang dilakukan dengan penuh kesabaran. Yang akhirnya Allah balas dengan keridhaan dan kebahagiaan,” ungkap Ibu Nurhidayanti.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Idul Adha bukan hanya sekadar tradisi tahunan, di balik kisah Nabi Ibrahim AS, Bunda Hajar, dan Nabi Ismail AS, terdapat pelajaran besar tentang keimanan yang begitu mendalam. Nabi Ibrahim menunjukkan bahwa cinta kepada Allah harus ditempatkan di atas segala-galanya. Dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, beliau menjalankan perintah Allah SWT, hingga akhirnya Allah mengganti pengorbanan tersebut dengan rahmat dan kebahagiaan.

Momentum Idul Adha mengajarkan bahwa setiap pengorbanan yang dilakukan karena Allah tidak akan pernah sia-sia. Dari kisah tersebut, umat Islam belajar tentang arti ikhlas, sabar dalam ujian, serta rela berbagi demi menghadirkan manfaat dan kebahagiaan bagi sesama.

Menanamkan Cinta kepada Allah Sejak Dini

Sebagai sekolah Islam, PAUD IT Al Khairaat Mergangsan terus menanamkan nilai-nilai Islami kepada anak-anak melalui pembelajaran berbasis keteladanan dan pembiasaan harian. Melalui momentum Idul Adha, PAUD IT Al Khairaat Mergangsan juga terus mengenalkan nilai-nilai keislaman kepada anak-anak melalui berbagai pembelajaran yang sederhana namun bermakna. Anak-anak diajak memahami tentang kisah Nabi Ibrahim AS, Bunda Hajar, dan Nabi Ismail AS sebagai teladan dalam ketaatan, kesabaran, dan pengorbanan kepada Allah SWT.

Pembelajaran tersebut dilakukan melalui cerita Islami, pembiasaan berbagi, mengenalkan makna qurban, hingga mengajarkan anak untuk saling peduli dan menyayangi sesama. Dengan metode belajar yang menyenangkan dan sesuai usia anak, sekolah berharap nilai-nilai Idul Adha dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari anak sejak dini.

“Di PAUD Al Khairaat kita mengajarkan kecintaan dan ketaatan kepada Allah sejak dini melalui keteladanan dan pembiasaan harian. Berharap nilai-nilai tersebut menginternalisasi dalam diri anak yang berbuah kasih sayang Allah,” lanjut Ibu Nurhidayanti.

Lingkungan belajar yang Islami, nyaman, dan penuh kasih sayang membuat anak-anak merasa aman dan bahagia selama mengikuti kegiatan di sekolah. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, sekolah berharap nilai cinta kepada Allah, ketaatan, kesabaran, dan pengorbanan dapat menginternalisasi dalam diri anak sejak dini.

Baca Juga : Gerak Aktif dan Ceria, Senam Pagi PAUD IT Mergangsan Jadi Momen Seru Bangun Semangat Hidup Sehat Anak

Kesimpulan

Syiar makna Idul Adha yang disampaikan oleh Ibu Nurhidayanti, S.Pd.I, tidak hanya menjadi pengingat tentang sejarah qurban Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, tetapi juga berharap nilai-nilai cinta kepada Allah SWT, keikhlasan, kesabaran, ketaatan, dan semangat berbagi dapat semakin tumbuh di tengah anak-anak, orang tua, maupun masyarakat luas. Momentum Idul Adha diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan semata, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Melalui pendidikan berbasis keteladanan dan pembiasaan harian, PAUD IT Al Khairaat terus berupaya menghadirkan pembelajaran Islami yang dekat dengan kehidupan anak. Sekolah berharap momentum Idul Adha tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi pengingat untuk membentuk generasi yang memiliki hati lembut, senang berbagi, berakhlak mulia, serta tumbuh dengan kecintaan kepada Allah SWT dan sesama manusia.

Picture of Admin Sekolah

Admin Sekolah

Sekolah Al Khairaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *