Jumat Ceria Penuh Edukasi, TKIT Al-Khairaat Kunjungan ke Museum TNI AD Dharma Wiratama Belajar Kendaraan Militer dan Perjuangan Bangsa

Yogyakarta, Jumat, 6 Februari 2026 — TKIT Al-Khairaat melaksanakan kegiatan kunjungan edukatif ke Museum TNI AD Dharma Wiratama yang berlokasi di Kota Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik bersama para guru sebagai bagian dari pembelajaran luar kelas yang bertujuan mengenalkan sejarah perjuangan bangsa, menanamkan nilai cinta tanah air, serta kegiatan ini sekaligus menambah wawasan anak mengenai berbagai jenis kendaraan darat, khususnya kendaraan militer, sehingga mereka dapat memahami fungsi dan peran kendaraan tersebut dalam menjaga keamanan negara.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB. Sebelum berangkat, anak-anak bersama guru melaksanakan doa bersama sebagai bentuk pembiasaan karakter religius serta memohon keselamatan selama perjalanan. Setibanya di museum, rombongan disambut dengan hangat dan penuh keceriaan oleh perwakilan TNI Angkatan Darat. Sambutan ramah tersebut membuat anak-anak merasa nyaman dan semakin antusias mengikuti kegiatan. Petugas TNI kemudian memberikan penjelasan singkat mengenai tata tertib kunjungan sebelum rombongan memasuki area museum.

Di halaman depan museum, anak-anak melihat secara langsung berbagai koleksi kendaraan tempur seperti tank M3A1 Stuart, M5 Stuart Recce, AMX-VCI, AMX-13/75, dan AMX-13/105. Kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan pembelajaran sebelumnya, di mana anak-anak baru saja mempelajari tema kendaraan di kelas. Dengan melihat kendaraan militer secara nyata, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih konkret sehingga mampu membedakan jenis kendaraan dan fungsinya. Selain tank, terdapat pula Meriam Bofors buatan Swedia serta meriam Jepang yang menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa.

Anak-anak juga diajak memasuki bunker atau ruang bawah tanah yang berada di bagian belakang halaman. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai tempat perlindungan yang dahulu digunakan dalam situasi perang. Dengan pendampingan guru dan petugas, anak-anak dapat memahami bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan memerlukan kesiapsiagaan dan strategi.

Memasuki ruang lobi, peserta diperkenalkan dengan sejarah pembentukan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat serta deretan foto para Kepala Staf Angkatan Darat. Kunjungan dilanjutkan ke Ruang Jenderal Soedirman yang menampilkan replika ruang kerja Panglima Besar lengkap dengan berbagai perlengkapan, serta Ruang Letjen Oerip Soemohardjo yang menggambarkan ruang kerja tokoh penting dalam pembentukan TKR.

Pada Ruang Palagan, anak-anak menyaksikan diorama berbagai peristiwa perjuangan seperti Pertempuran Surabaya, Bandung Lautan Api, dan Palagan Ambarawa. Penjelasan dari pemandu membantu anak-anak memahami bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan panjang. Kunjungan juga mencakup Weapon Box yang menampilkan ratusan koleksi senjata serta ruang Augmented Reality Dapur Umum yang memberikan pengalaman interaktif mengenai kehidupan para pejuang. Selain itu, anak-anak juga melihat Ruang Alat Hubung dan Alat Kesehatan, Ruang Perang Kemerdekaan, Ruang Panji-panji, Ruang Gamad, hingga Ruang Tanda Jasa yang menunjukkan berbagai bentuk penghargaan kepada prajurit.

Baca Juga : Mengenal Sejarah dan Kendaraan Udara, Kunjungan PAUD IT–KB IT Al-Khairaat ke Museum TNI AU Dirgantara Tumbuhkan Cinta Tanah Air

Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan sejarah secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar langsung yang memperkuat pemahaman mereka tentang perjuangan bangsa Indonesia. Anak-anak belajar mengenal tokoh-tokoh pahlawan, memahami bahwa kemerdekaan diraih melalui pengorbanan, serta mengetahui berbagai jenis kendaraan dan perlengkapan militer yang digunakan dalam menjaga kedaulatan negara. Pengalaman melihat koleksi secara nyata juga menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian bertanya, serta sikap disiplin selama mengikuti kegiatan kunjungan.

Kunjungan edukatif ini sejalan dengan program pendidikan 3A yang diterapkan di TKIT Al-Khairaat, yaitu Al-Qur’an, Akhlak, dan Akademik. Pembiasaan doa sebelum keberangkatan mencerminkan penguatan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Sikap tertib, sopan, dan menghormati petugas museum menunjukkan pembentukan akhlak yang baik sejak usia dini. Sementara itu, pengenalan sejarah perjuangan, tokoh-tokoh nasional, serta berbagai jenis kendaraan dan perlengkapan militer menjadi bagian dari penguatan aspek akademik yang diberikan melalui pengalaman belajar langsung di luar kelas.

Dengan demikian, kegiatan kunjungan ini tidak hanya menjadi rekreasi edukatif, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang utuh dan bermakna. Anak-anak memperoleh wawasan baru, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta belajar menghargai jasa para pahlawan. Pengalaman ini diharapkan dapat membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki semangat nasionalisme sejak usia dini.

Picture of Admin Sekolah

Admin Sekolah

Sekolah Al Khairaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *