Yogyakarta — SMP IT Al Khairaat Yogyakarta kembali melaksanakan program unggulan SKS (Sekolah Karakter Siswa) sebagai bentuk pembinaan karakter dan dakwah siswa melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat. Program ini menjadi salah satu kegiatan tahunan sekolah yang bertujuan membentuk siswa agar tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, keberanian berdakwah, dan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Kegiatan SKS dilaksanakan di wilayah Piyungan yang menjadi lokasi pembelajaran sosial dan pengabdian siswa kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, siswa-siswi SMP IT Al Khairaat didampingi langsung oleh guru pendamping dan pembina sekolah selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Program ini melibatkan masyarakat setempat, termasuk anak-anak SD, TK, PAUD, hingga santri TPG yang menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran dan pengabdian siswa. Kehadiran para siswa di tengah masyarakat disambut dengan baik dan penuh antusias oleh warga sekitar.
Selama kegiatan berlangsung, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menjalankan tugas dan aktivitas yang telah dirancang oleh sekolah. Salah satu kegiatan utama dalam program SKS adalah mengajar dan mendampingi anak-anak di SD, TK, PAUD, serta TPG. Para siswa membantu proses pembelajaran dengan metode yang kreatif dan menyenangkan agar anak-anak lebih semangat belajar.

Tidak hanya mengajar, siswa juga diajak untuk bermain edukatif bersama anak-anak, memberikan motivasi, serta menyampaikan nilai-nilai islami melalui pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru bagi siswa karena mereka belajar menjadi pribadi yang peduli, sabar, dan mampu berkomunikasi dengan baik.
Program SKS ini dilaksanakan untuk melatih keberanian siswa dalam berdakwah serta meningkatkan rasa percaya diri mereka saat berada di tengah masyarakat. Dengan terjun langsung ke lapangan, siswa belajar bagaimana membangun hubungan sosial, bekerja sama dalam tim, dan memberikan manfaat kepada orang lain.
Guru pendamping terus memberikan arahan dan evaluasi selama kegiatan berlangsung. Mereka memastikan siswa tetap menjaga sikap, sopan santun, dan nama baik sekolah ketika berinteraksi dengan masyarakat. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa agar lebih disiplin dan bertanggung jawab.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Banyak siswa yang awalnya merasa malu atau kurang percaya diri akhirnya mulai berani berbicara, mengajar, dan berinteraksi dengan masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga yang sulit didapatkan hanya melalui kegiatan di dalam kelas.
Melalui program SKS, sekolah berharap siswa dapat memahami pentingnya berbagi ilmu dan membantu sesama. Selain itu, siswa juga diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan nyata serta menjadi generasi yang siap berkontribusi positif di masyarakat.
Baca Juga : Latih Keberanian dan Dakwah, Siswa SMP IT Al Khairaat Isi Kultum Subuh Saat Program SKS
Program ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan karakter tidak hanya diajarkan melalui teori, tetapi harus dibangun melalui pengalaman langsung dan pembiasaan yang nyata. Dengan hidup dan berinteraksi di tengah masyarakat, siswa belajar tentang arti kepedulian, tanggung jawab, dan pengabdian.
Sebagai penutup, kegiatan SKS ini sejalan dengan penerapan nilai 3A di SMP IT Al Khairaat Yogyakarta, yaitu Al-Qur’an, Akhlak, dan Akademik. Nilai Al-Qur’an tercermin dari semangat dakwah dan pembelajaran islami yang dilakukan siswa, nilai Akhlak terlihat dari sikap peduli, sopan santun, dan kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat, serta nilai Akademik diwujudkan melalui kemampuan siswa dalam mengajar, berkomunikasi, dan berbagi ilmu kepada anak-anak. Dengan sinergi nilai 3A tersebut, diharapkan siswa tumbuh menjadi generasi yang religius, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.