Yogyakarta — RA Alkhairaat Tegalrejo Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Sanlat (Pesantren Kilat) sebagai bagian dari program pembelajaran keagamaan di bulan suci Ramadan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026, dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh 25 siswa dengan pendampingan dari bapak dan ibu guru yang bertugas. Program ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam memberikan pengalaman belajar agama yang menyenangkan sekaligus membangun karakter Islami sejak usia dini.
Sanlat atau pesantren kilat merupakan kegiatan pembelajaran intensif yang dilaksanakan selama lima hari berturut-turut. Dalam kegiatan ini, para siswa mendapatkan materi keislaman yang disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami sesuai dengan usia anak-anak. Dengan metode belajar yang interaktif, para siswa diajak untuk mengenal nilai-nilai dasar dalam ajaran Islam melalui cerita, penjelasan, serta praktik sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Pada setiap harinya, kegiatan sanlat dibagi menjadi empat sesi pembelajaran utama yang saling berkaitan. Sesi pertama adalah Aqidah, di mana para siswa diperkenalkan dengan Rasulullah serta sifat-sifat yang dimilikinya. Melalui materi ini, anak-anak diajak untuk mengenal teladan utama dalam Islam sehingga mereka dapat mencontoh sikap dan perilaku Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Para guru menyampaikan materi dengan cara yang menarik agar siswa lebih mudah memahami makna keimanan dan keteladanan.

Selanjutnya pada sesi kedua, siswa mempelajari materi Akhlak. Dalam sesi ini, anak-anak belajar tentang adab terhadap orang tua dan guru sebagai bagian dari pembentukan karakter yang baik. Para guru menanamkan nilai-nilai sopan santun, rasa hormat, serta pentingnya bersikap baik kepada orang yang lebih tua. Melalui pembelajaran ini, siswa diharapkan dapat memahami bahwa akhlak yang baik merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan seorang muslim.
Pada sesi ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan materi Fiqih yang berkaitan dengan tata cara ibadah, khususnya shalat. Dalam sesi ini, para siswa mempelajari gerakan shalat, hal-hal yang membatalkan shalat, serta rukhsah atau keringanan dalam melaksanakan shalat. Materi ini diberikan agar anak-anak memiliki pemahaman dasar mengenai ibadah sejak usia dini. Selain mendengarkan penjelasan dari guru, para siswa juga diajak untuk mempraktikkan gerakan shalat sehingga mereka dapat lebih memahami tata cara ibadah dengan benar.
Sementara itu, pada sesi keempat para siswa mempelajari Shiroh atau kisah sejarah Islam. Dalam pembelajaran ini, guru mengenalkan tokoh-tokoh teladan dalam Islam, salah satunya adalah Utsman bin Affan, yang dikenal sebagai salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW. Melalui kisah tersebut, anak-anak diajak untuk memahami nilai-nilai kebaikan, keteladanan, serta semangat berbuat baik kepada sesama.
Kegiatan sanlat ini juga menjadi bagian dari upaya RA Alkhairaat Tegalrejo dalam membangun pendidikan yang seimbang bagi anak usia dini. Melalui berbagai materi yang disampaikan, sekolah berupaya menanamkan nilai pendidikan yang mencakup keseimbangan antara Akademik, Akhlak, dan Alquran (3A) sehingga siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter serta kecintaan terhadap ajaran Islam.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran. Dengan bimbingan bapak dan ibu guru, kegiatan sanlat berjalan dengan suasana yang hangat, menyenangkan, dan penuh semangat. Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga diajak untuk memahami nilai-nilai Islam melalui pengalaman belajar yang sederhana dan bermakna.
Melalui kegiatan ini, RA Alkhairaat Tegalrejo berharap para siswa dapat mengenal ajaran Islam sejak dini, memahami pentingnya akhlak yang baik, serta terbiasa melaksanakan ibadah dengan benar. Pesantren kilat ini juga menjadi salah satu sarana untuk memperkuat pendidikan karakter bagi anak-anak di lingkungan sekolah.
Sebagai kesimpulan, kegiatan Sanlat (Pesantren Kilat) yang dilaksanakan di RA Alkhairaat Tegalrejo Yogyakarta menjadi program pembelajaran yang penting dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, akhlak, dan pemahaman ibadah kepada siswa. Dengan materi Aqidah, Akhlak, Fiqih, dan Shiroh yang disampaikan secara sederhana dan menyenangkan, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang memiliki karakter Islami, berakhlak baik, serta mencintai ajaran agama sejak usia dini. Program ini juga menunjukkan komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang beriman dan berakhlak mulia.