Yogyakarta – Kamis, 12 Februari 2026 menjadi hari yang penuh makna di TPA Batita IT Al-Khairaat. Pada hari itu, anak-anak usia 3 bulan–3 tahun mengikuti kegiatan belajar gerakan sholat bersama dan berinfaq dengan suasana yang hangat, menyenangkan, dan penuh kasih sayang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan 3A TPA IT Al-Khairaat, yaitu Al-Qur’an, Akhlak, dan Akademik, yang dirancang untuk membentuk fondasi keimanan dan karakter anak sejak usia dini.
Kegiatan dimulai pada pagi hari di ruang kelas yang telah disiapkan dengan sajadah kecil berwarna-warni. Seluruh anak batita, mulai dari bayi hingga usia tiga tahun, didampingi oleh para guru yang sabar dan penuh perhatian. Anak bayi yang belum bisa berjalan tetap dilibatkan dengan cara didudukkan di kursi khusus bayi, sehingga mereka dapat melihat dan mengikuti suasana pembelajaran dengan nyaman dan aman. Dari tempat duduknya, mereka memperhatikan gerakan takbir, rukuk, dan sujud yang dicontohkan guru serta ditirukan oleh teman-temannya.
Anak-anak belajar mengenal gerakan dasar sholat seperti takbiratul ihram, rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga salam. Semua dilakukan dengan metode pembiasaan dan keteladanan. Salah satu anak dengan penuh percaya diri maju ke depan untuk belajar menjadi imam, sementara teman-temannya berdiri rapi sebagai makmum. Momen sederhana itu menjadi pengalaman berharga, melatih keberanian, kepemimpinan, serta kebersamaan dalam beribadah sejak usia sangat dini.

Masa batita adalah masa emas (golden age) perkembangan otak dan karakter anak. Pada usia inilah nilai-nilai keimanan dan akhlak paling mudah ditanamkan. Di TPA Batita IT Al-Khairaat, sholat tidak diajarkan dengan tekanan, melainkan melalui pendekatan cinta dan keteladanan. Anak-anak dibimbing agar mengenal ibadah sebagai aktivitas yang menyenangkan dan menenangkan hati.
Lingkungan TPA Batita IT Al-Khairaat yang aman, islami, dan ramah anak menjadi tempat tumbuhnya kebiasaan baik setiap hari. Pembiasaan sholat dilakukan secara rutin agar anak terbiasa sejak dini. Guru memberikan contoh gerakan, lalu anak-anak menirukan dengan cara yang menyenangkan. Tidak ada paksaan dan tidak ada teguran keras. Jika ada yang masih bermain atau belum fokus, guru dengan lembut mengarahkan kembali. Setelah selesai sholat, anak-anak diajarkan beristighfar, berdzikir singkat, dan berdoa bersama.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran infaq. Satu per satu anak maju secara bergantian untuk memasukkan uang infaq ke dalam kotak yang telah disediakan. Meski masih sangat kecil, mereka belajar berbagi, menumbuhkan empati, serta memahami bahwa sebagian rezeki yang dimiliki ada hak orang lain. Inilah implementasi nyata dari program 3A, khususnya pada aspek Akhlak.

Baca Juga : Menanamkan Hidup Sehat Sejak Dini: Intip Keceriaan Senam Pagi Anak Batita Al Khairaat
Program 3A TPA Batita IT Al-Khairaat menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta ibadah. Sejak bayi, anak diperkenalkan dengan nilai-nilai islami agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan cerdas.
Bagi para orang tua, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menuntun anak belajar sholat tidak harus menunggu mereka besar. Bahkan sejak bayi pun, anak sudah bisa diajak mengenal suasana ibadah, melihat gerakan sholat, dan merasakan ketenangan dalam kebersamaan. Kebiasaan kecil yang dilakukan hari ini akan menjadi pondasi kuat bagi kehidupan mereka kelak.
Kegiatan belajar gerakan sholat dan infaq di TPA Batita IT Al-Khairaat bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan investasi iman dan karakter bagi generasi masa depan. Dengan pendekatan penuh kasih melalui program 3A (Al-Qur’an, Akhlak, dan Akademik), TPA Batita IT Al-Khairaat berkomitmen menanamkan cinta ibadah sejak usia 3 bukan –3 tahun. Dari kursi kecil tempat bayi duduk menyaksikan gerakan sholat, tumbuh harapan besar: lahirnya anak-anak shalih dan shalihah yang mencintai Allah sejak dini.