Bagaimana anak usia dini memahami agamanya?

Dunia anak adalah dunia bermain. Sudah tentu apa yang mereka lakukan dibingkai dalam kegiatan bermain.
Misal : mengenal huruf dengan permainan kartu, mengenal angka dengan bermain benda-benda, mengenal empati dan kerjasama pun juga dalam permainan indoor dan outdoor.
Lalu bagaimana dengan mengajarkan agama atau melatih ibadah pada ananda..?
Sebelum mengenalkan Nilai-nilai Agama dan Moral pada anak, kita sebaiknya mengenal karakteristik anak usia dini terlebih dahulu. Berikut Karakteristik Anak Usia Dini terhadap pemahaman nilai-nilai keagamaan:
a. Unreflective : Pemahaman dan kemampuan anak dalam mempelajari nilai-nilai agama sering menampilkan sesuatu hal yang tidak serius. Mereka belum mampu mempelajari konsep agama secara mendalam. Dalam hal ini orang tua memberi pengertian tentang nilai-nilai agama dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak dan melatih serta membiasakan untuk melakukan ibadah.
b. Egocentris : Dalam mempelajari nilai-nilai agama, anak usia dini terkadang belum mampu bersikap dan bertindak konsisten. Anak lebih terfokus pada hal-hal yang menguntungkan dirinya. Sehingga orang tua perlu mengenalkan dan membiasakan perilaku dan sikap anak didasari dengan nilai-nilai agama dan memberi penjelasan tentang balasan dari berbuat baik.
c. Misunderstand : Anak akan mengalami salah pengertian dalam memahami suatu ajaran agama yang banyak bersifat abstrak. Sebaiknya orang tua memberi pemahaman pada hal-hal yang konkrit yang mudah dipahami oleh anak.
d. Verbalis dan Ritualis : Kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan nilai-nilai agama pada diri mereka dengan cara memperkenalkan istilah, bacaan, dan ungkapan yang bersifat agamis. Seperti: memberi latihan menghafal, mengucapkan, memperagakan, dan sebagainya. Anak akan lebih mudah dalam menghafal surat, hadits dan doa.
e. Imitative : Anak banyak belajar dari apa yang mereka lihat secara langsung. Mereka banyak meniru dari apa yang pernah dilihatnya sebagai sebuah pengalaman belajar. Maka sudah seharusnya orang tua dapat memberikan contoh yang baik. Misal : mengajak anak menirukan gerakan shalat.

 

 

 

 

Picture of Admin Sekolah

Admin Sekolah

Sekolah Al Khairaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *